Pengamat: Indikasi Kongkalikong Tercium Pada Dinas Kesehatan

Potan 15 3 19 News
Pengamat: Indikasi Kongkalikong Tercium Pada Dinas Kesehatan

foto terasjakarta.id

terasjakarta.id


Sejumlah elemen masyarakat mendorong Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan untuk ketat mengawasi kinerja bawahannya. Pasalnya, isu adanya jual beli jabatan terkesan dibiarkan oleh Inspektorat DKI Jakarta.

"Saya mendapat informasi, malah inspektorat turut bermain juga. Seperti untuk kasus pejabat di Dinas Kesehatan. Ada yang bilang bahwa inspektorat meminta wakadis kemarin, agar dinkes bisa lebih solid dan kompak untuk menutupi satu sama lain," ujar Direktur Eksekutif Budgetting Metropolitan Watch (BMW), Amir Hamzah, di Jakarta, Jumat (15/3).

Dengan informasi itu, katanya, semakin membuktikan bahwa ada penyimpangan di tubuh Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta. Dia berharap, Gubernur DKI Jakarta segera menyikapi pejabat yang ada di Dinkes DKI yang diindikasikan tersandung kasus hukum.

"Selama ini kan sudah menimbulkan tanda tanya publik. Maka paling tidak harus ada sanksi administrasi yang diberikan gubernur kepada anak buahnya. Jangan-jangan oknum inspektorat ini juga turut mencicipi hasil korupsinya," kata Amir.

Menurutnya, Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan harus berpegang pada asas penyelenggaraan pemerintah daerah. Seperti asas akuntabilitas, transparansi dan taat hukum. Sehingga, ketika ada Aparatur Sipil Negara (ASN) yang menyimpang dari asas itu, lanjut Amir, gubernur bisa langsung memeriksanya.

Diakuinya, permasalahan yang ada di tubuh Dinkes DKI Jakarta muncul karena ada penempatan pejabat yang diduga tersandung kasus hukum. Seperti dugaan korupsi pembangunan 16 puskesmas pada tahun 2016 dan 2017. Lalu pengadaan obat non formalium nasional (Fornas) pada tahun 2017, hingga dugaan korupsi pada pembangunan RSUD Cipayung dan Kebayoran Lama.

Related Post

    Article not found!

Comment