Loading...

Advertisement

Pascagempa di Lombok, 40 Wisatawan Terjebak Longsor di Kawasan Air Terjun

Pascagempa di Lombok, 40 Wisatawan Terjebak Longsor di Kawasan Air Terjun
Editor : Choirul News — Minggu, 17 Maret 2019 18:16 WIB
terasjakarta.id


Puluhan wisatawan asing dan domestik terjebak longsor di Air Terjun Tiu Kelep, Desa Senaru, Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat (NTB), pascagempa berkekutaan 5,4 SR yang mengguncang Lombok Timur, Minggu (17/3/2019).  

Dari data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lombok Utara, terdapat kurang lebih 40 wisatawan yang terkepung longsoran di sekitar kejadian. Korban dominan berasal dari wisatawan Malaysia dan domestik.

“BPBD dan Dinkes setempat telah menerjunkan empat ambulans ke lokasi kejadian bersama personel dan paramedic,” kata Kepala Bagian Humas Pemkab Lombok Utara, Mujaddid Muhas. 

Dia menyebutkan, dari 40-an wisatawan yang terjebak longsoran di air terjun, tim SAR dan BPBD baru bisa mengevakuasi lima orang. Dua di antaranya meninggal dunia dan sejumlah lainnya luka-luka. “Satu orang dirawat di Puskesmas Bayan,” ucap Mujaddid.

Untuk mencapai lokasi air terjun Tiu Kelep yang memakan waktu sekitar 45 menit dari jalan raya Senaru, wisatawan harus melintasi jalan setapak yang di kiri kanannya terlihat bekas longsoran gempa pada Juli dan Agustus 2018.

Wilayah Provinsi Nusa Tenggara Barat diguncang gempa bumi tektonik berkekuatan 5,8 Skala Richter (SR) dan diperbarui BMKG menjadi 5,4 SR pada Minggu(17/3) siang pukul 14.07 WIB atau 15.07 Wita, namun tidak berpotensi tsunami.

Berdasarkan analisa Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), menunjukkan pusat gempa bumi terletak pada koordinat 8,30 lintang selatan dan 116,60 bujur timur dengan kedalaman 10 kilo meter (km).

Pusat gempa berada di laut pada jarak 24 km timur laut Kabupaten Lombok Timur, 36 km timur laut Kabupaten Lombok Utara, 37 km barat laut Pulau Panjang, Kabupaten Sumbawa, dan 63 km timur laut Kota Mataram.

lombok gempa longsor

Loading...

Related Post