Advertisement

Moral dan Akhlak Adalah Kunci Kesuksesan Suatu Bangsa

Erwan 14 10 18 Millenial Voice
Moral dan Akhlak Adalah Kunci Kesuksesan Suatu Bangsa

Foto Penulis

Pendidikan jika boleh diibaratkan seperti pisau, apabila terus diasah dengan sistem pendidikan yang baik maka akan terlahirlah pemuda Indonesia yang hebat, begitupun sebaliknya.

Era dahulu dan sekarang memang telah berubah, namun pendidikan adalah hal nomor satu yang masih menjadi prioritas untuk memajukan suatu negara hingga saat ini. Bayangkan saja jika sistem pendidikan di sebuah negara berjalan tidak baik, maka sudah pasti negara tersebut berada dibawah ambang kehancuran. Karena pastinya hampir seluruh rakyatnya hancur moralnya, pengetahuan yang minim, dan tingkat kejahatan yang tinggi mengakibatkan rakyat menjadi miskin karena kurangnya pendidikan membuat masyarakat sulit untuk mendapatkan pekerjaan.

Di Indonesia sendiri, pelajar terlihat sangat berorientasi pada nilai angka. Hal itu terlihat atau justru anda sendiri yang mengalaminya, dimana nilai angka 10 jauh lebih berharga daripada bobroknya moral. Saya rasa itu adalah sistem pendidikan yang sangat tidak baik, karena bagaimanapun juga nilai akademis bukanlah segalanya ada yang jauh lebih penting, yakni baik atau buruknya moral seorang siswa.

Percuma saja jika nilai seorang siswa sempurna mendapat nilai 10, tetapi tidak diimbangi dengan akhlaknya yang baik. Negara maju seperti Australia dan Jepang pun justru lebih mementingkan pembentukan moral siswa ketimbang nilai akademisnya. Namun ingat, akademis juga tak kalah penting.

Ada sebuah cerita menarik dari guru di sekolah saya, yang mengatakan bahwa di Australia seorang guru tidak sedih jika nilai Matematika muridnya jelek. Herannya beliau akan sedih jika siswanya tidak mampu mengantri dengan baik. Loh kok mengantri? Ya, karena dengan mengantri kita bisa mendapatkan sebuah pelajaran yang berharga bagi kehidupan.

Dengan kita mengantri yang benar dan sesuai urutan alias tidak mendahului orang yang telah lebih dahulu datang, berarti kita telah mendapatkan beberapa moral yang sangat berharga gunanya bagi hidup. Apa saja itu?

Pertama, siswa belajar manajemen waktu. Jika ingin mengantri paling depan, harus datang lebih awal dan itu butuh persiapan berangkat lebih. Kemudian, Siswa belajar bersabar. Menunggu giliran tiba, terutama jika dirinya di antrian paling belakang. Yang kedua, belajar menghormati hak orang lain. Yang datang lebih awal dapat giliran lebih awal dan tidak merasa dirinya yang paling penting. Yang ketiga belajar disipli, aturan mengantri adalah tidak menyerobot dan itu berarti ia tidak mengambil hak dari orang lain. Selain itu siswa dapat melakukan hal-hal positif saat mengantri.

Misalnya bersosialisasi dengan orang lain ketika sedang mengantri, mereka juga belajar melatih kreatifitas untuk mengatasi kebosanan mereka dengan melakukan sesuatu yang bermanfaat. Misalnya di Jepang yang biasanya banyak orang yang membaca buku saat mengantri.

Yang tak kalah pentingnya siswa belajar untuk tabah dalam menjalani proses dalam mencapai tujuannya, sehingga tidak melegalkan cara yang kotor untuk mencapai tujuan.

Tak ada salahnya menjadikan bangsa lain sebagai tolak ukur keberhasilan pendidikan sebuah bangsa. Dari hal kecil inilah kita belajar, bahwa usia bukanlah penghalang bagi kita untuk membentuk moral dan akhlak demi kemajuan bangsa.



Baharudin Al-Farisi
Mahasiswa Institut Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Jakarta



*Catatan : Bagi Kaum Millenial Yang Ingin Tulisannya Dimuat Oleh Redaksi, Bisa Kirimkan Tulisanmu Email ke Redaksiterasjakarta@gmail.com

Related Post

Comment