TERASJAKARTA.ID – Satu tahun Pemerintahan Prabowo, mulai dari transformasi hukum, tantangan bencana hingga teror terhadap influencer.
Tahun 2025 telah berlalu, menandai satu tahun lebih perjalanan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Dalam episode terbaru podcast Intrigue bersama Prof. Rhenald Kasali, Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Muhammad Qodari membedah berbagai isu panas, mulai dari teror terhadap influencer, penanganan bencana di Sumatera, hingga realisasi program unggulan seperti Makan Bergizi Gratis (MBG).
Satu Tahun Pemerintahan Prabowo Subianto
1. Polemik Teror Influencer: “Narasi Harus Dijawab Narasi”
Menutup tahun 2025, publik dihebohkan dengan kabar adanya sejumlah konten kreator atau influencer yang mengaku diteror setelah mengkritik penanganan bencana di daerah. Qodari menegaskan keprihatinannya dan menyatakan bahwa tindakan intimidasi fisik—seperti mencoret mobil atau pelemparan—adalah respon yang tidak proporsional.
“Narasi harus dijawab dengan narasi. Podcast dilawan podcast, TikTok lawan TikTok,” ujar Qodari [04:57]. Ia memastikan bahwa pemerintah tidak antikritik, namun ia juga meminta pihak kepolisian untuk mengusut siapa oknum di balik teror tersebut guna menghindari fitnah dan sabotase politik.
2. Penanganan Bencana Sumatera: Mengapa Bukan “Bencana Nasional”?
Salah satu poin kritik tajam masyarakat adalah kesan lambatnya pemerintah dalam menangani banjir di Sumatera (khususnya Aceh dan Sumut). Qodari menjelaskan bahwa secara esensi, penanganan pusat sudah maksimal dengan mengerahkan 50.000 personel TNI/Polri.
Terkait status “Bencana Nasional”, Qodari merujuk pada regulasi yang mengharuskan adanya pernyataan ketidaksanggupan dari kepala daerah sebelum pemerintah pusat mengambil alih status tersebut secara formal [17:12]. Ia juga menegaskan bahwa Indonesia memilih mandiri dalam pendanaan bencana dan membatasi bantuan luar negeri untuk menjaga kedaulatan negara.
3. Realisasi Program Unggulan: Makan Bergizi Gratis (MBG)
Program Makan Bergizi Gratis menjadi sorotan karena skalanya yang masif. Qodari mengklaim bahwa dalam setahun, program ini telah menjangkau lebih dari 50 juta penerima.
Ia membandingkan dengan Brazil yang butuh 11 tahun untuk mencapai angka 40 juta.
Meskipun sempat ada isu keracunan di beberapa titik, pemerintah terus memperkuat sistem tata kelola untuk meminimalisir risiko.
Qodari juga membantah anggapan bahwa anggaran bencana tersedot untuk MBG; ia menjelaskan bahwa dana MBG berasal dari efisiensi kebocoran anggaran dan penegakan hukum di sektor timah dan sawit.
4. Transformasi Hukum dan “Uang Tunai” di Meja Jaksa
Tahun 2025 menjadi saksi gegap gempita penegakan hukum. Qodari menyoroti keberhasilan Kejaksaan Agung dalam menyita uang triliunan rupiah dari kasus korupsi tata niaga timah dan penyalahgunaan lahan sawit ilegal seluas 4 juta hektar.
Denda dan penyitaan ini menjadi salah satu sumber pendapatan negara yang dialihkan untuk renovasi sekolah dan peningkatan kesejahteraan guru.
5. Masa Depan Lapangan Kerja: Diaspora dan Digitalisasi
Menanggapi kekhawatiran generasi muda akan lapangan kerja, Qodari menjelaskan bahwa ekosistem MBG sendiri berpotensi menyerap jutaan tenaga kerja lewat unit layanan (SPPG) dan rantai pasok lokal.
Selain itu, ia mendorong perubahan paradigma dari “Pekerja Migran” menjadi “Diaspora”.
Pemerintah fokus meningkatkan kualitas SDM agar pemuda Indonesia tidak hanya mengisi posisi blue collar, tapi mampu bersaing di pasar global seperti Jepang dan Eropa melalui penguasaan teknologi dan bahasa.
Penutup: Fokus pada Implementasi
Di akhir percakapan, Qodari menekankan bahwa peran KSP saat ini adalah memastikan program prioritas nasional tidak terhambat oleh hambatan birokrasi, seperti masalah daya listrik di sekolah untuk panel digital.
Ia mengakui bahwa tantangan terbesar Presiden Prabowo terletak pada operasionalisasi program yang berskala raksasa, di mana proses belajar dan perbaikan sistem harus terus dilakukan demi mencapai target nol toleransi pada masalah.
Artikel ini disusun berdasarkan diskusi dalam video YouTube “Di Balik Teror pada Influencer dan Merosotnya Popularitas Pemerintah #IntrigueRK” di kanal Rhenald Kasali.
