Tag: monorel

  • Pramono Anung Bongkar Tiang Monorel Jakarta, Bang Yos Ikut Lega

    Pramono Anung Bongkar Tiang Monorel Jakarta, Bang Yos Ikut Lega

    TERASJAKARTA.ID – Akhir Perjalanan “Monumen Kegagalan”: Tiang Monorel Jakarta Resmi Dibongkar
    Setelah terbengkalai selama lebih dari dua dekade, tiang-tiang beton proyek monorel yang mangkrak di sepanjang Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, akhirnya mulai dibongkar pada Rabu (14/1/2026).

    Proses pembersihan sisa-sisa proyek era 2004 ini disaksikan langsung oleh mantan Gubernur DKI Jakarta, Sutiyoso, serta Gubernur petahana, Pramono Anung.

    Kelegaan Sang Inisiator

    Bagi Sutiyoso atau yang akrab disapa Bang Yos, dimulainya pembongkaran ini menghapus beban moral yang selama ini ia pikul.

    Proyek yang ia canangkan pada 2004 untuk mengatasi kemacetan Jakarta itu terhenti sejak 2007 akibat kendala pendanaan, hingga akhirnya hanya menjadi “besi tua” yang merusak estetika kota.

    Bang Yos mengaku lebih memilih tiang-tiang tersebut dibongkar daripada terus berdiri tanpa kepastian yang hanya membuatnya merasa sedih setiap kali melintas di kawasan tersebut.

    Langkah Tegas Pemprov Jakarta

    Gubernur Pramono Anung mengambil langkah berani untuk mengeksekusi sisa konstruksi ini setelah melewati prosedur hukum yang ketat. Berikut adalah fakta-fakta terkait pembongkaran tersebut:

    Koordinasi Hukum: Sebelum pembongkaran, Pemprov telah berkonsultasi dengan KPK dan Kejaksaan Tinggi Jakarta.

    Pengambilalihan Tugas: Awalnya, PT Adhi Karya diminta membongkar tiang tersebut pada November 2025, namun karena tidak segera dilakukan, Pemprov Jakarta mengambil alih pekerjaan tersebut.

    Anggaran: Biaya pembongkaran murni hanya Rp 254 juta, namun Pemprov mengalokasikan total Rp 102 miliar untuk penataan ulang jalan, sistem drainase, taman, hingga jalur pedestrian.

    Target: Sebanyak 109 tiang ditargetkan bersih dalam waktu tiga bulan ke depan.

    Menata Wajah Baru Rasuna Said

    Proyek monorel yang dulu direncanakan memiliki dua jalur (Hijau dan Biru) ini kini resmi dihapuskan dari peta pembangunan Jakarta.

    Dengan dibongkarnya pilar-pilar beton tersebut, kawasan Kuningan diharapkan menjadi lebih rapi, modern, dan fungsional.

    Pramono Anung optimis bahwa penataan ini tidak hanya mempercantik kota, tetapi juga membantu mengurai kemacetan di salah satu jantung bisnis Jakarta tersebut.